Semua Berita

Perkuat Pengelolaan Perikanan di Kepulauan Derawan Melalui Pendekatan EAFM

Perkuat Pengelolaan Perikanan di Kepulauan Derawan Melalui Pendekatan EAFM

  22 September 2022   Admin   Dibaca 32 kali eafm wwf kkp
Besarnya potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Kepulauan Derawan dan Perairan Sekitarnya (KDPS) menjadi ketertarikan dan perhatian banyak orang. Hal ini mendorong peningkatan permintaan pasar dan berpotensi mengakibatkan pemanfaatan sumber daya perikanan tidak terkontrol yang mengarah pada terjadinya kerusakan habitat. Jika terus dibiarkan, tidak menutup kemungkinan sumber daya kelautan dan perikanan di Kepulauan Derawan akan menurun drastis, hal ini terlihat dari laporan hasil penilaian EAFM di KKP3K KDPS tahun 2021 terjadi peningkatan jumlah perahu dimana sebelumnya pada tahun 2015 ada 810 unit perahu menjadi 1.029 unit pada tahun 2020, produksi hasil tangkapan sebelumnya…
Kegiatan Pelatihan Perikanan Berbasis Ekosistem EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries Management)

Kegiatan Pelatihan Perikanan Berbasis Ekosistem EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries Management)

  22 September 2022   Admin   Dibaca 15 kali
Pengelolaan perikanan yang lestari merupakan sebuah kewajiban seperti yang telah diamanatkan dalam UU Nomor 31 Tahun 2004 dan ditegaskan kembali dalam perbaikannya, pada UU Nomor 45 Tahun 2009. Secara alamiah, pengelolaan sistem perikanan tidak dapat dilepaskan dari tiga dimensi yang tidak terpisahkan satu sama lain yaitu (1) dimensi sumberdaya perikanan dan ekosistemnya; (2) dimensi pemanfaatan sumberdaya perikanan untuk kepentingan sosial ekonomi masyarakat; dan (3) dimensi kebijakan perikanan itu sendiri. Perihal pengelolaan terintegrasi ini kemudian tertuang dalam model pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem (Ecosystem Approach to Fisheries Management, selanjutnya disingkat EAFM) yang saat ini telah diamanatkan pada Peraturan Dirjen Perikanan Tangkap…
KOPDAR KE-9 EAFM: POTENSI, ALOKASI, DAN PELUANG PEMANFAATAN SDI DI WPP 711

KOPDAR KE-9 EAFM: POTENSI, ALOKASI, DAN PELUANG PEMANFAATAN SDI DI WPP 711

  28 April 2020   Admin   Dibaca 3792 kali berita
Pertemuan Stakeholder Perikanan Tangkap atau Kopi Darat EAFM ke-9, dilaksanakan di ruang pertemuan Arwana GMB II, Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pada tanggal 23 Januari 2020. Pertemuan kali ini dilaksanakan oleh Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan Ditjen Perikanan Tangkap. Narasumber adalah Dirjen Perikanan Tangkap M. Zulficar Mochtar, ST. M.Sc dan Ketua Komnas Kajiskan Prof. Dr. Ir. Indra Jaya, M.Sc, serta moderator adalah Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Dr. Ir. Luky Adrianto. Tema diskusi adalah Potensi, Alokasi, dan Peluang Pemanfaatan SDI di WPP 711. Pemanfaatan SDI di WPP 711 harus dilandasi data, khususnya dengan…
Publikasi “Prosiding Simposium Nasional Pengelolaan Perikanan Karang Berkelanjutan Indonesia 2015”

Publikasi “Prosiding Simposium Nasional Pengelolaan Perikanan Karang Berkelanjutan Indonesia 2015”

  03 March 2020   Admin   Dibaca 1939 kali berita
Oleh: Dita Larasati (Capture Fisheries Assistant WWF-Indonesia) Simposium Nasional Pengelolaan Perikanan Karang Berkelanjutan Indonesia telah dilaksanakan pada November 2015 lalu di Bali. Simposium ini dihadiri oleh 75 pemakalah terpilih yang berasal dari berbagai instansi pemerintah, akademisi, serta lembaga swadaya masyarakat untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka tentang perikanan karang di Indonesia, tiga aspek yang menjadi fokus dalam simposium ini yaitu biologi-populasi-ekologi,…
Peningkatan Nilai Indikator Pengelolaan Perikanan Pada Beberapa Lokasi Program WWF

Peningkatan Nilai Indikator Pengelolaan Perikanan Pada Beberapa Lokasi Program WWF

  04 March 2020   Admin   Dibaca 2454 kali berita
Sejak tahun 2012, WWF-Indonesia bekerja sama dengan Learning Center (LC) EAFM dari beberapa kampus di Indonesia, untuk melakukan penilaian performa pengelolaan perikanan tangkap dengan menggunakan indikator EAFM. Lokasi yang dinilai performa pengelolaan perikanannya, meliputi unit pengelolaan berbasis kabupaten, propinsi, dan Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP). Hasil penilaian EAFM secara detil dapat dilihat dan diunduh dalam 19 laporan EAFM yang disusun oleh setiap LC EAFM di lokasi masing-masing, yaitu: 2012 - EAFM Ikan karang dan Tuna Wakatobi _ UHO Kendari 2012 - EAFM Ikan karang dan Udang Kab. Berau _…
Bersama Menuju Pengelolaan Perikanan Krustasea Berkelanjutan

Bersama Menuju Pengelolaan Perikanan Krustasea Berkelanjutan

  04 March 2020   Admin   Dibaca 2379 kali berita
Salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi dan berkontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat adalah krustasea – seperti udang, lobster, kepiting, dan rajungan. Nilai ekonomi yang dihasilkan dari komoditas perikanan ini pada tahun 2010-2014 mencapai 6,8 triliun, atau 5.98 % dari total GDP Indonesia dari sektor perikanan tangkap di tahun 2014. Bahkan, rajungan merupakan komoditas andalan ekspor ke Ameriska (56 %) dan Jepang (26 %). Keputusan Menteri…
MATERI PEMBICARA SIMPOSIUM NASIONAL KRUSTASEA 2017

MATERI PEMBICARA SIMPOSIUM NASIONAL KRUSTASEA 2017

  04 March 2020   Admin   Dibaca 1301 kali berita
Pada tanggal 15-16 Mei 2017, digelar Simposium Nasional Pengelolaan Perikanan Krustasea Berkelanjutan di Gedung Mina Bahari (GMB) 4 Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jln. Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat. Atas kerja sama WWF-Indonesia dengan Pusat Riset Perikanan (PUSRISKAN) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan (KOMNAS KAJISKAN), Institut Pertanian Bogor (IPB), Yayasan TAKA, serta beberapa pihak terkait lainnya. Banyak penelitian dan kajian ilmiah terbaru terkait perikanan krustasea yang dihasilkan. Berikut adalah materi-materi yang diberikan oleh pembicara Simposium Nasional Krustasea 2017: KEBIJAKAN PENGELOLAAN PERIKANAN KRUSTASE DI WPP-NRI…
Call for Proposal, Penilaian Indikator IUU Fishing di Indonesia

Call for Proposal, Penilaian Indikator IUU Fishing di Indonesia

  27 February 2020   Admin   Dibaca 1889 kali berita
Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) fishing atau kegiatan perikanan yang tidak sah, tidak terlaporkan, dan tidak sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku telah menjadi isu bersama untuk diberantas praktiknya di Indonesia. Terutama apabila melihat dampak negatif yang ditimbulkan dari adanya IUU Fishing diantaranya penurunan stok ikan, rusaknya ekosistem, ketiadaan data serta dampak lain yang sangat merugikan perikanan di Indonesia. Dalam rangka memerangi praktek IUU Fishing di Indonesia, diperlukan data yang kuat dan akurat yang akan menjadi landasan tindak lanjut dalam upaya pemberantasannya. Data tersebut diambil terhadap praktik-praktik perikanan yang terjadi melalui survey independen secara langsung di lapangan dengan menggunakan formulir penilaian…
KKP Siapkan 2262 Enumerator Untuk Sukseskan Program Satu Data

KKP Siapkan 2262 Enumerator Untuk Sukseskan Program Satu Data

  04 March 2020   Admin   Dibaca 2226 kali berita
KKPNews, Jakarta –  Data kerap kali menjadi polemik karena kesimpangsiuran data yang beredar. Padahal data yang akurat sangat diperlukan untuk mengatasi sejumlah problem yang ada di sektor kelautan dan perikanan. Misalnya saja data produksi perikanan saat ini masih beragam padahal, validasi data tersebut sangat diperlukan untuk menjamin keberlanjutan sumber daya ikan.   Alhasil untuk memperoleh data yang akurat, mau tidak mau Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) harus berbenah. Sebagai upaya meningkatkan kualitas data, KKP mengusung program satu data (one data). Program Satu Data KKP bertujuan untuk menyatukan data yang diperlukan agar nantinya dapat digunakan untuk pengambilan keputusan…
KKP GELAR KEGIATAN SINERGI PENGAWASAN DI LAUT

KKP GELAR KEGIATAN SINERGI PENGAWASAN DI LAUT

  04 March 2020   Admin   Dibaca 1904 kali berita
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen untuk tegas memberantas penangkapan ikan secara ilegal. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menegaskan pihaknya turut mengambil peran sebagai motor penggerak dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia bersama aparat penegak hukum lainnya yang tergabung dalam Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan secara Ilegal atau Satgas 115. “Penegakan kedaulatan laut Indonesia yang dilakukan dua tahun terakhir merupakan amanat Undang-undang nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan…
Kumpulan Penelitian Perikanan Tangkap
Status Stok Sumber Daya Ikan
KEPMEN 50/2017
O M U
Overfishing Moderate Underfishing
WPP-571
Cumi-cumi M
Ikan Demersal U
Ikan Karang U
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil M
Kepiting O
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid O
WPP-572
Cumi-cumi U
Ikan Demersal M
Ikan Karang U
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil M
Kepiting U
Lobster M
Rajungan U
Udang Penaeid O
WPP-573
Cumi-cumi O
Ikan Demersal U
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar O
Ikan Pelagis Kecil O
Kepiting U
Lobster M
Rajungan M
Udang Penaeid O
WPP-711
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil O
Kepiting O
Lobster M
Rajungan O
Udang Penaeid M
WPP-712
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil U
Kepiting M
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid O
WPP-713
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar O
Ikan Pelagis Kecil O
Kepiting M
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid M
WPP-714
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang M
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil U
Kepiting O
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid U
WPP-715
Cumi-cumi O
Ikan Demersal U
Ikan Karang U
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil U
Kepiting O
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid M
WPP-716
Cumi-cumi O
Ikan Demersal U
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil U
Kepiting O
Lobster M
Rajungan M
Udang Penaeid M
WPP-717
Cumi-cumi O
Ikan Demersal U
Ikan Karang M
Ikan Pelagis Besar O
Ikan Pelagis Kecil M
Kepiting M
Lobster O
Rajungan O
Udang Penaeid U
WPP-718
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil M
Kepiting M
Lobster M
Rajungan M
Udang Penaeid M
Ukuran Matang Gonad Beberapa Jenis Ikan
Ikan Panjang_lm
Tuna Sirip Kuning 137,50 (FL)
Tuna Sirip Biru 140 cm
Tuna Mata Besar Jantan : 140,5-151,9  
Betina : 133,5-137,9(FL)
Tuna Albakor 107.5 cm
Tongkol Krai 29-30 cm
Tongkol Komo 40-65 cm
Tongkol 35 cm
Teripang 16 cm,184 gr
Teri Jengki 6 cm
Tenggiri 40-45 cm
Tembang 11,95 FL
Slanget Jantan : 13,9-14,6
Betina : 13,1-13,8 (TL)
Selar Kuning J: 13,9-14,2
B: 13,5-13,8 (TL)
Selar Bentong 20,80 FL
Rajungan 7-9 cm (CL)
Peperek 13.0 SL
Pari Manta 380-460 cm
Pari M:59.9-69.1 /F:59.9-69.1 cm
Mata Tujuh M:3.51-4.0/ F:4.01-4.5 cm
Mahi-mahi 65 cm
Lencam 45.3 cm
Lemuru 15.0 cm
Betina: 9,9 (TL)
Layaran 156-250 cm
Layang Deles Jantan : 19,6-20,1
Betina : 19,8-20,3
Layang 16,21 FL
Kuwe 42.0 SL
Kurisi F:15-18 cm
Kurau F:28.5-29 cm/ M:22.5-24.3 cm
Kuniran F:13.6-14.3/ M:14.4-15.1 cm
Kerapu 39 cm
Kerang Dara M : 2.720-2.950 cm/ F:2.230-3.050 cm
Kepiting Bakau 9-10 up CL/301-400 gr
Kembung 16,89 FL
Kambing kambing 14.0 TL
Kakap Putih 29-60 cm
Kakap Merah 42.9 FL
Gerotgerot 40.0 cm
Cakalang 40-41.9 cm
Butana 18.0 FL
Belanak 24-26 cm
Bawal Putih 18 cm
Bawal Hitam 22-24 cm
Baronang 24 cm
Barakuda F:66.0 FL/ M:60.0 FL
Banyar 18,03 FL
Supported by
WWF