Semua Berita

Melanjutkan Semangat Membangun Pengelolaan Perikanan Tuna Berkelanjutan

Melanjutkan Semangat Membangun Pengelolaan Perikanan Tuna Berkelanjutan

  03 March 2020   Admin   Dibaca 1368 kali berita
Usaha untuk membangun semangat praktik perikanan tuna yang berkelanjutan di Indonesia melalui kajian ilmiah belum berakhir. Simposium Tuna Nasional yang diselenggarakan pada bulan Desember 2014 lalu hanyalah sebuah awalan. WWF-Indonesia yang bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil merampungkan dokumen proceeding “Simposium Nasional Pengelolaan Perikanan Tuna Berkelanjutan” yang telah digarap sejak Januari hingga Maret tahun 2015 ini. Proceeding ini pun siap diunduh bebas untuk publik.    Ada 141 tulisan yang terseleksi beserta hasil sintesis para moderator yang berhasil masuk dalam proceeding dari 180 tulisan yang didaftarkan melalui Simposium Tuna Nasional. Tulisan-tulisan ini merupakan hasil penelitian…
Gencarkan Upaya Praktik Perikanan Berkelanjutan Lewat Simposium Tuna Nasional

Gencarkan Upaya Praktik Perikanan Berkelanjutan Lewat Simposium Tuna Nasional

  04 March 2020   Admin   Dibaca 2184 kali berita
Penyelenggaraan Simposium Tuna Nasional ini merupakan salah satu bentuk usaha untuk mendukung penerapan  Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) di Indonesia. Bertajuk “Pengelolaan Perikanan Tuna Berkelanjutan di Indonesia”, acara ini berhasil menghimpun 144 pemakalah yang dibagai ke dalam enam kelas untuk mempresentasikan makalahnya. Enam kelas tersebut mewakili masalah-masalah utama dalam perikanan tuna, yaitu status stok untuk perikanan tuna, harvest control rule, perkembangan teknologi dan armada tangkap perikanan tuna yang berkelanjutan, pasar perikanan tuna yang berkelanjutan dan berkeadilan, kebijakan dan pengelolaan tuna yang berkelanjutan, serta persyaratan dan resolusi perikanan Indonesia. Direktur Sumber Daya Ikan – Kementerian Kelautan dan Perikanan…
TOT Evaluator SK3 EAFM, Peningkatan SDM Kelautan Perikanan

TOT Evaluator SK3 EAFM, Peningkatan SDM Kelautan Perikanan

  05 March 2020   Admin   Dibaca 2026 kali berita
Sebagai bentuk pengembangan sumberdaya manusia yang merupakan syarat mutlak pembangunan berkelanjutan pada sektor kelautan dan perikanan, Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan Perikanan (BPSDMKP), Direktorat Sumberdaya Ikan Kelautan Perikanan (SDI-KP) bekerjasama dengan WWF-Indonesia yang tergabung dalam National Working Group 2 (NWG2) melaksanakan Training of Trainer sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Khusus untuk EAFM (Ecosystem Approach to Fisheries Management) yang berlangsung di Bogor pada tanggal 25 sampai dengan 30 November 2014. Pelatihan yang ditujukan untuk para evaluator pengelolaan perikanan tingkat  manajer ini diikuti oleh perwakilan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan, Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP), perwakilan akademisi dari universitas di…
Menggiatkan Kajian Ilmiah Tuna Berkelanjutan di Indonesia

Menggiatkan Kajian Ilmiah Tuna Berkelanjutan di Indonesia

  03 March 2020   Admin   Dibaca 1469 kali berita
Menggiatkan Kajian Ilmiah Tuna Berkelanjutan di Indonesia Tuna merupakan sumber daya perikanan bersama karena jangkauan migrasi dan stoknya. Selain itu, dari sisi ekonomi tuna menjadi salah satu komoditas perikanan penting bagi Indonesia dan dunia. Sumber daya perikanan tuna sendiri terdiri dari dua kelompok, yaitu tuna besar dan tuna kecil. Ada empat jenis tuna besar di Indonesia, yaitu sirip kuning atau madidihang (Thunnus albacares), mata besar (Thunnus obesus), sirip biru selatan (Thunnus maccoyii), dan albakor (Thunnus alalunga). Tuna kecil pun terdiri dari empat jenis di Indonesia, yaitu cakalang (Katsuwonus pelamis), tongkol komo (Euthynnus affinis), tongkol krai (Auxis thazard), dan…
Evaluasi Pengelolaan Sumber daya Ikan Menggunakan Indikator EAFM

Evaluasi Pengelolaan Sumber daya Ikan Menggunakan Indikator EAFM

  04 March 2020   Admin   Dibaca 3188 kali berita
Oleh Maskur Tamanyira / WWF-Indonesia Indikator EAFM yang dibangun oleh National Working Group on EAFM dibawah koordinasi Direktorat Sumber daya Ikan, Kementrian Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan WWF, PKSPL IPB dan bersama beberapa universitas di Indonesia telah disahkan melalui Surat Keputusan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, KKP (18/ Kep-DJPT/ 2014). Indikator EAFM ini berperan sebagai alat untuk merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi efektivitas pengelolaan perikanan di Indonesia . Sejalan dengan tujuan tersebut, Sub direktorat Evaluasi dan Pengelolaan Sumber Daya Ikan, Kementrian Kelautan dan Perikanan melaksanakan evaluasi pengelolaan sumber daya ikan di Batam pada 23-26 September 2014 dengan menggunakan…
Pengelolaan Perikanan Basis EAFM di Manggarai Barat

Pengelolaan Perikanan Basis EAFM di Manggarai Barat

  04 March 2020   Admin   Dibaca 5479 kali berita
Oleh Tim Coral Triangle / WWF-Indonesia Kabupaten Manggarai Barat sebagai salah satu kabupaten di kawasan yang terdapat di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 713 dan 573 diperhitungkan memiliki kekayaan sumberdaya perikanan, yang hingga saat ini belum dikelola dengan baik . Kebijakan perikanan yang dilakukan dengan pendekatan ekosistem perlu dilaksanakan untuk memastikan tercapainya perikanan berkelanjutan di Kabupaten tersebut.   WWF-Indonesia sebagai bagian National Working Group II untuk Pengelolaan Perikanan dengan Pendekatan Ekosistem (Ecosystem Approach to Fisheries Management/EAFM), bekerjasama dengan Universitas Kristen Artha Wacana dan Politeknik Pertanian Kupang telah menilai performa pengelolaan perikanan di Kabupaten ini dengan…
Inisiasi Pengembangan Indikator EAFM Perairan Umum Daratan

Inisiasi Pengembangan Indikator EAFM Perairan Umum Daratan

  04 March 2020   Admin   Dibaca 2493 kali berita
Oleh M. Maskur Tamanyira / WWF-Indonesia WWF-Indonesia dan Direktorat Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (Dir. SDI KKP) yang bekerja sama dengan Pusat Kajian Studi Pesisir dan Lautan – Institut Pertanian Bogor (PKSPL – IPB)dan Indonesian Network for Fisheries Resources Management (INFREM) pada tanggal 12 Agustus kemarin mengadakan diskusi bersama para peneliti, akademisi, dan perwakilan birokrasi membahas tentang pengelolaan sumberdaya ikan di perairan umum daratan.   Direktur SDI KKP Tony Ruchimat yang mewakili Direktur Jenderal Perikanan Tangkap menyampaikan bahwa sumber daya ikan di Perairan Umum Daratan dapat menjadi penyokong kebutuhan protein bagi masyarakat…
Workshop Penilaian Indikator EAFM di Banggai, Sulawesi Tengah Dipublikasikan

Workshop Penilaian Indikator EAFM di Banggai, Sulawesi Tengah Dipublikasikan

  04 March 2020   Admin   Dibaca 20480 kali berita
Oleh Windy Rizki / WWF - Indonesia Pada Oktober-September 2013, tim Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPL) Palu selaku salah satu kampus yang menjadi tim penilai Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) melakukan pengumpulan data lapangan di Kabupaten Banggai dan Banggai Laut, Sulawesi Tengah. Hasil pengumpulan data tersebut telah menjadi laporan penilaian EAFM dan dikompilasi oleh kelompok kerja. Sebagai tindak lanjut kegiatan ini, tim dari STPL akan mempresentasikan hasil penilaian performa perikanan di kedua Kabupaten tersebut. Hasil penilaian performa perikanan di kedua Kabupaten tersebut dipaparkan melalui Workshop Penilaian Indikator EAFM di Kabupaten Banggai dan…
Kondisi Perikanan Menurun, Wakatobi Berencana Terbitkan Perda Pengelolaan Perikanan

Kondisi Perikanan Menurun, Wakatobi Berencana Terbitkan Perda Pengelolaan Perikanan

  04 March 2020   Admin   Dibaca 138406 kali berita
oleh Achmad Mustofa / WWF-Indonesia Nelayan di Wakatobi mengeluhkan semakin jauhnya lokasi tangkapan ikan, menurunnya ikan hasil tangkapan, dan semakin lamanya waktu tangkap. Kondisi yang meresahkan masyarakat nelayan dan pengusaha tersebut membuat pemerintah daerah wakatobi berinisiatif melakukan perbaikan pengelolaan perikanan. Difasilitasi oleh WWF-Indonesia, rancangan peraturan daerah mengenai pengelolaan perikanan bertanggung jawab di Kabupaten Wakatobi disusun,  agar perikanan di Wakatobi dikelola secara berkelanjutan. WWF-Indonesia menggandeng learning center untuk pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem (EAFM/Ecosystem Approach to Fisheries Management) dari Universitas Haluoleo dalam pembuatan naskah akademis sebagai landasan dalam menentukan aspek-aspek yang masuk di dalam rancangan peraturan…
Adopsi EAFM di TN Teluk Cenderawasih

Adopsi EAFM di TN Teluk Cenderawasih

  04 March 2020   Admin   Dibaca 53922 kali berita
Oleh Davidson Rato Nono / WWF-Indonesia Pelatihan penilaian kinerja pengelolaan dengan indikator Pendekatan Pengelolaan Perikanan Berbasis Ekosistem atau Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) telah dilaksanakan selama tiga hari di Manokwari, Papua Barat pada tanggal 21 Mei hingga 23 Mei 2014. Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari komitmen kerja sama antara Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Papua Barat dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Teluk Wondama yang didukung oleh Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih TNTC, Universitas Negeri Papua dan WWF-Indonesia Teluk Cenderawasih Project. Kegiatan ini menghadirkan instruktur dari PKSPL – IPB…
Kumpulan Penelitian Perikanan Tangkap
Status Stok Sumber Daya Ikan
KEPMEN 50/2017
O M U
Overfishing Moderate Underfishing
WPP-571
Cumi-cumi M
Ikan Demersal U
Ikan Karang U
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil M
Kepiting O
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid O
WPP-572
Cumi-cumi U
Ikan Demersal M
Ikan Karang U
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil M
Kepiting U
Lobster M
Rajungan U
Udang Penaeid O
WPP-573
Cumi-cumi O
Ikan Demersal U
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar O
Ikan Pelagis Kecil O
Kepiting U
Lobster M
Rajungan M
Udang Penaeid O
WPP-711
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil O
Kepiting O
Lobster M
Rajungan O
Udang Penaeid M
WPP-712
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil U
Kepiting M
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid O
WPP-713
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar O
Ikan Pelagis Kecil O
Kepiting M
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid M
WPP-714
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang M
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil U
Kepiting O
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid U
WPP-715
Cumi-cumi O
Ikan Demersal U
Ikan Karang U
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil U
Kepiting O
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid M
WPP-716
Cumi-cumi O
Ikan Demersal U
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil U
Kepiting O
Lobster M
Rajungan M
Udang Penaeid M
WPP-717
Cumi-cumi O
Ikan Demersal U
Ikan Karang M
Ikan Pelagis Besar O
Ikan Pelagis Kecil M
Kepiting M
Lobster O
Rajungan O
Udang Penaeid U
WPP-718
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil M
Kepiting M
Lobster M
Rajungan M
Udang Penaeid M
Ukuran Matang Gonad Beberapa Jenis Ikan
Ikan Panjang_lm
Tuna Sirip Kuning 137,50 (FL)
Tuna Sirip Biru 140 cm
Tuna Mata Besar Jantan : 140,5-151,9  
Betina : 133,5-137,9(FL)
Tuna Albakor 107.5 cm
Tongkol Krai 29-30 cm
Tongkol Komo 40-65 cm
Tongkol 35 cm
Teripang 16 cm,184 gr
Teri Jengki 6 cm
Tenggiri 40-45 cm
Tembang 11,95 FL
Slanget Jantan : 13,9-14,6
Betina : 13,1-13,8 (TL)
Selar Kuning J: 13,9-14,2
B: 13,5-13,8 (TL)
Selar Bentong 20,80 FL
Rajungan 7-9 cm (CL)
Peperek 13.0 SL
Pari Manta 380-460 cm
Pari M:59.9-69.1 /F:59.9-69.1 cm
Mata Tujuh M:3.51-4.0/ F:4.01-4.5 cm
Mahi-mahi 65 cm
Lencam 45.3 cm
Lemuru 15.0 cm
Betina: 9,9 (TL)
Layaran 156-250 cm
Layang Deles Jantan : 19,6-20,1
Betina : 19,8-20,3
Layang 16,21 FL
Kuwe 42.0 SL
Kurisi F:15-18 cm
Kurau F:28.5-29 cm/ M:22.5-24.3 cm
Kuniran F:13.6-14.3/ M:14.4-15.1 cm
Kerapu 39 cm
Kerang Dara M : 2.720-2.950 cm/ F:2.230-3.050 cm
Kepiting Bakau 9-10 up CL/301-400 gr
Kembung 16,89 FL
Kambing kambing 14.0 TL
Kakap Putih 29-60 cm
Kakap Merah 42.9 FL
Gerotgerot 40.0 cm
Cakalang 40-41.9 cm
Butana 18.0 FL
Belanak 24-26 cm
Bawal Putih 18 cm
Bawal Hitam 22-24 cm
Baronang 24 cm
Barakuda F:66.0 FL/ M:60.0 FL
Banyar 18,03 FL
Supported by
WWF