Semua Berita

34 PENYU SIAP DILEPASKAN PASCA PENGGAGALAN PENYELUNDUPAN

34 PENYU SIAP DILEPASKAN PASCA PENGGAGALAN PENYELUNDUPAN

  24 April 2020   Admin   Dibaca 13888 kali berita
Pada 6 April 2016, Direktorat Kepolisian   Perairan   (Ditpolair)   Polda   Bali   berhasil   menggagalkan penyelundupan 40 penyu hijau di perairan Kubu-Karangasem. Keseluruhan penyu di titipkan sementara di Turtle  Conservation and Education Centre (TCEC) Serangan Bali  untuk  menerima  pemeriksaan  medik veteriner dan perawatan  lebih  lanjut  sebelum  dilepaskan.    Penanganan  dilakukan  secara cepat  di  bawah supervisi  tim  Kedokteran  Hewan  Universitas Udayana    dan  WWF Indonesia. Pasca  tiga  hari  penggagalan penyelundupan, kini 34 penyu dinyatakan pulih kesehatannya dan siap dilepaskan ke laut.   Dalam data rekam Ditpolair Polda Bali, penyu…
Call for Papers: Simposium Perdana ”Dugong dan Habitat Lamun” di Indonesia

Call for Papers: Simposium Perdana ”Dugong dan Habitat Lamun” di Indonesia

  04 March 2020   Admin   Dibaca 1333 kali berita
Oleh: Casandra Tania (Marine Species Officer, WWF-Indonesia) dan Dwi Suprapti (Marine Species Conservation Coordinator, WWF-Indonesia)   Dugong (Dugong dugon) atau biasa dikenal dengan nama Duyung merupakan satu dari 35 jenis Mamalia laut yang dijumpai tersebar di perairan Indonesia, khususnya di habitat padang lamun. Meskipun bertubuh besar dengan bobot mencapai 600 kg, namun satwa laut menyusui ini memiliki perilaku yang ramah dan hidup berasosiasi secara khusus dengan ekosistem lamun sebagai habitat pakannya.   Dugong memiliki ancaman kehidupan yang begitu komplek. Secara alami dugong memiliki reproduksi yang…
Mencari Solusi untuk Perikanan Karang Berkelanjutan di Indonesia

Mencari Solusi untuk Perikanan Karang Berkelanjutan di Indonesia

  02 March 2020   Admin   Dibaca 1084 kali berita
  Oleh: Noverica Widjojo (SBS Communication & Campaign Coordinator, WWF-Indonesia) WWF-Indonesia bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) dalam satuan kerja COREMAP-CTI (Coral reef rehabilitation and management program – Coral triangle initiative) menggelar Simposium Nasional Pengelolaan Perikanan Karang Berkelanjutan Indonesia yang mempertemukan para ahli dan praktisi perikanan karang dari seluruh Indonesia di Denpasar, Bali, pada tanggal 25-26 November 2015. Simposium dihadiri oleh sekitar 141 peserta dari beragam institusi seperti universitas, lembaga penelitian dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan pemerintah ini untuk mendapatkan kajian-kajian baru…
Dukung Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan di Maluku Tenggara, WWF dan POLIKANT Adakan Pelatihan EAFM

Dukung Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan di Maluku Tenggara, WWF dan POLIKANT Adakan Pelatihan EAFM

  05 March 2020   Admin   Dibaca 1860 kali berita
Penulis : Irvan A. Fikri (Fisheries Science Officer, WWF-Indonesia) Untuk mendukung upaya pengelolaan perikanan berkelanjutan di Indonesia, pada tanggal 17-20 November 2015 lalu, WWF-Indonesia bekerja sama dengan Politeknik Perikanan Negeri Tual (POLIKANT), mengadakan pelatihan mengenai pengelolaan perikanan menggunakan Pendekatan Ekosistem – atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) – di Kampus POLIKANT, Tual. Pelatihan yang berlangsung selama empat hari tersebut, bertujuan untuk memperkenalkan EAFM kepada para pihak yang terlibat dan berperan penting dalam pengelolaan perikanan di Kabupaten Maluku Barat Daya, termasuk mempersiapkan para mahasiswa riset…
Simposium Nasional Akan Kaji Pengelolaan Perikanan Karang Berkelanjutan di Indonesia

Simposium Nasional Akan Kaji Pengelolaan Perikanan Karang Berkelanjutan di Indonesia

  04 March 2020   Admin   Dibaca 9990 kali berita
  Penulis: Muhammad Yusuf / WWF - Indonesia Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui satuan kerja COREMAP-CTI (Coral reef rehabilitation and management program – Coral triangle initiative) Ditjen Perikanan Tangkap, bekerjasama dengan WWF-Indonesia untuk menyelenggarakan Simposium Nasional Perikanan Karang Berkelanjutan di Denpasar Bali pada tanggal 25-26 November 2015 mendatang.   Dalam rangka mendapatkan kajian-kajian terbaru, simposium nasional ini akan mempertemukan para expert (ahli) dan praktisi perikanan karang dari seluruh Indonesia untuk menyampaikan hasil penelitain dan kajian terbaru, serta mendiskusikan dan mencari solusi ilmiah terhadap berbagai…
Anak Bangsa Ciptakan Inovasi Alat Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan

Anak Bangsa Ciptakan Inovasi Alat Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan

  04 March 2020   Admin   Dibaca 1181 kali berita
Oleh: Wahyu Teguh Prawira / WWF-Indonesia   Pada tanggal 31 Juli 2015 lalu, dewan juri Kompetisi Alat Penangkap Ikan Ramah Lingkungan tahun 2015 memutuskan  Galih Dandung Akbar, Romi Dwi Nanda, dan Muhamad Ali Dofir sebagai Juara 1 pada kegiatan Kompetisi Alat Penangkap Ikan Ramah Lingkungan tahun 2015.     Ketiga mahasiswa Universitas Brawijaya ini membuat inovasi alat penangkap ikan ramah lingkungan yang bernama“Electro Shield System: Pemertahanan Populasi Hiu (Carcharhinus leucas) dengan Mengoptimalisasi Peran Alat Tangkap Berkelanjutan Untuk Menurunkan Bycatch Di Perairan Indonesia”. Alat ini berfungsi untuk…
Workshop Pelatihan Essential EAFM

Workshop Pelatihan Essential EAFM

  03 March 2020   Admin   Dibaca 1504 kali berita
Direktorat Sumber Daya Ikan menyelenggarakan workshop pelatihan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) pada tanggal 7-12 Juni 2015 di Yogyakarta. Pelatihan tersebut diikuti oleh staf Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Direktorat Jenderal KP3K, Badan Pengembangan SDM KP, dan perwakilan berbagai instansi pemda antara lain Dinas Kelautan dan Perikanan dari Provinsi DIY, Provinsi Papua Barat, Kota Batam, Kabupaten Natuna, Kabupaten Aru, dan Bappeda Kabupaten Raja Ampat. Dalam sambutannya, Direktur Sumber Daya Ikan menjelaskan bahwa pendekatan lingkungan menjadi paradigma pengelolaan perikanan saat ini karena pendekatan tersebut memerhatikan seluruh aspek yang terkait dengan kegiatan perikanan dan lingkungannya. Dengan memasukkan aspek di luar perikanan namun…
Payung Hukum Kompetensi Khusus SDM dalam Implemetasi EAFM

Payung Hukum Kompetensi Khusus SDM dalam Implemetasi EAFM

  04 March 2020   Admin   Dibaca 1421 kali berita
Proses panjang tim National Working Group (NWG-2) yang dimotori oleh Direktorat Sumber daya Ikan DJPT-KP bersama WWF-Indonesia berbuah manis. Menteri Kelautan dan Perikanan, mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 9 tahun 2015 Tentang Standar Kompetensi Kerja Khusus Dalam Pengeloaan Perikanan Dengan Pendekatan Ekosistem. Permen-KP ini dihasilkan setelah berbagai proses panjang yang dilakukan oleh tim dalam kurun waktu 5 tahun. (baca: EAFM di Indonesia). Berbagai rangkaian proses telah dilalui sampai pada keluarnya Permen-KP nomor 9. pada tanggal 27 September tahun 2013, diadakan workshop pengembangan SDM dalam Pengeloaan perikanan dengan pendekatan ekosistem. Workshop ini atas inisiasi WWF-Indonesia yang bekerjasama dengan BSDM-KP…
Menilai Kemajuan Perbaikan Perikanan Tuna Indonesia Demi Jaga Ketahanan Pangan

Menilai Kemajuan Perbaikan Perikanan Tuna Indonesia Demi Jaga Ketahanan Pangan

  04 March 2020   Admin   Dibaca 1887 kali berita
Pada tanggal 11-12 Mei 2015, WWF-Indonesia bekerja sama dengan Direktorat Pemasaran Luar Negeri dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (Dir. PLN-KKP), menyelenggarakan lokakarya bertajuk “Perkembangan Perbaikan Pengelolaan Perikanan Tuna Indonesia Guna Mencapai Standar Sertifikasi Ekolabel MSC” di Bogor. Dari lokakarya ini, disimpulkan bahwa perbaikan perikanan tuna di Indonesia sudah dilakukan di lapangan. Namun, dari 50 usulan yang direkomendasikan, baru 19 langkah (milestones) yang dinilai layak dan sesuai dengan standar Marine Stewardship Council (MSC), per tahun 2014. Sementara 31 milestones lainnya masih harus ditingkatkan dan dikelola lebih baik.   Penilaian menggunakan standar MSC…
Para Peneliti Siap Kumpulkan Data untuk Mengatur Pengelolaan Hiu dan Pari

Para Peneliti Siap Kumpulkan Data untuk Mengatur Pengelolaan Hiu dan Pari

  04 March 2020   Admin   Dibaca 1151 kali berita
Citra hiu sebagai binatang buas yang berawal dari sebuah film berjudul Jaws telah melekat kuat di benak masyarakat, menjadikannya sebagai binatang jahat dan gemar memangsa manusia. Walaupun fakta telah membuktikan sebaliknya, spesies kunci yang berfungsi sebagai predator puncak dalam tingkat tropik di laut ini masih terus diburu hingga hampir menyentuh titik kepunahan. Padahal keberadaan hiu sangat menentukan keseimbangan ekosistem dalam suatu kawasan perairan.   Setali tiga uang, Pari Manta, salah satu jenis pari yang dilindungi, juga memiliki nilai ekonomis tinggi untuk wisata bawah laut yang masih terus menjadi target penangkapan para pemburu di laut. Hiu dan Pari…
Kumpulan Penelitian Perikanan Tangkap
Status Stok Sumber Daya Ikan
KEPMEN 50/2017
O M U
Overfishing Moderate Underfishing
WPP-571
Cumi-cumi M
Ikan Demersal U
Ikan Karang U
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil M
Kepiting O
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid O
WPP-572
Cumi-cumi U
Ikan Demersal M
Ikan Karang U
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil M
Kepiting U
Lobster M
Rajungan U
Udang Penaeid O
WPP-573
Cumi-cumi O
Ikan Demersal U
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar O
Ikan Pelagis Kecil O
Kepiting U
Lobster M
Rajungan M
Udang Penaeid O
WPP-711
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil O
Kepiting O
Lobster M
Rajungan O
Udang Penaeid M
WPP-712
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil U
Kepiting M
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid O
WPP-713
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar O
Ikan Pelagis Kecil O
Kepiting M
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid M
WPP-714
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang M
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil U
Kepiting O
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid U
WPP-715
Cumi-cumi O
Ikan Demersal U
Ikan Karang U
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil U
Kepiting O
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid M
WPP-716
Cumi-cumi O
Ikan Demersal U
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil U
Kepiting O
Lobster M
Rajungan M
Udang Penaeid M
WPP-717
Cumi-cumi O
Ikan Demersal U
Ikan Karang M
Ikan Pelagis Besar O
Ikan Pelagis Kecil M
Kepiting M
Lobster O
Rajungan O
Udang Penaeid U
WPP-718
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil M
Kepiting M
Lobster M
Rajungan M
Udang Penaeid M
Ukuran Matang Gonad Beberapa Jenis Ikan
Ikan Panjang_lm
Tuna Sirip Kuning 137,50 (FL)
Tuna Sirip Biru 140 cm
Tuna Mata Besar Jantan : 140,5-151,9  
Betina : 133,5-137,9(FL)
Tuna Albakor 107.5 cm
Tongkol Krai 29-30 cm
Tongkol Komo 40-65 cm
Tongkol 35 cm
Teripang 16 cm,184 gr
Teri Jengki 6 cm
Tenggiri 40-45 cm
Tembang 11,95 FL
Slanget Jantan : 13,9-14,6
Betina : 13,1-13,8 (TL)
Selar Kuning J: 13,9-14,2
B: 13,5-13,8 (TL)
Selar Bentong 20,80 FL
Rajungan 7-9 cm (CL)
Peperek 13.0 SL
Pari Manta 380-460 cm
Pari M:59.9-69.1 /F:59.9-69.1 cm
Mata Tujuh M:3.51-4.0/ F:4.01-4.5 cm
Mahi-mahi 65 cm
Lencam 45.3 cm
Lemuru 15.0 cm
Betina: 9,9 (TL)
Layaran 156-250 cm
Layang Deles Jantan : 19,6-20,1
Betina : 19,8-20,3
Layang 16,21 FL
Kuwe 42.0 SL
Kurisi F:15-18 cm
Kurau F:28.5-29 cm/ M:22.5-24.3 cm
Kuniran F:13.6-14.3/ M:14.4-15.1 cm
Kerapu 39 cm
Kerang Dara M : 2.720-2.950 cm/ F:2.230-3.050 cm
Kepiting Bakau 9-10 up CL/301-400 gr
Kembung 16,89 FL
Kambing kambing 14.0 TL
Kakap Putih 29-60 cm
Kakap Merah 42.9 FL
Gerotgerot 40.0 cm
Cakalang 40-41.9 cm
Butana 18.0 FL
Belanak 24-26 cm
Bawal Putih 18 cm
Bawal Hitam 22-24 cm
Baronang 24 cm
Barakuda F:66.0 FL/ M:60.0 FL
Banyar 18,03 FL
Supported by
WWF