Artikel

Kondisi Perikanan Menurun, Wakatobi Berencana Terbitkan Perda Pengelolaan Perikanan

    Dibaca 138405 kali berita

oleh Achmad Mustofa / WWF-Indonesia


Nelayan di Wakatobi mengeluhkan semakin jauhnya lokasi tangkapan ikan, menurunnya ikan hasil tangkapan, dan semakin lamanya waktu tangkap. Kondisi yang meresahkan masyarakat nelayan dan pengusaha tersebut membuat pemerintah daerah wakatobi berinisiatif melakukan perbaikan pengelolaan perikanan. Difasilitasi oleh WWF-Indonesia, rancangan peraturan daerah mengenai pengelolaan perikanan bertanggung jawab di Kabupaten Wakatobi disusun,  agar perikanan di Wakatobi dikelola secara berkelanjutan.

WWF-Indonesia menggandeng learning center untuk pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem (EAFM/Ecosystem Approach to Fisheries Management) dari Universitas Haluoleo dalam pembuatan naskah akademis sebagai landasan dalam menentukan aspek-aspek yang masuk di dalam rancangan peraturan daerah. Naskah akademis yang disusun oleh tim ahli ini dibangun dari hasil penilaian indikator EAFM yang dilakukan pada tahun 2012 lalu dan terdiri dari domain sumber daya ikan, habitat dan ekosistem, teknik penangkapan ikan, sosial, ekonomi dan kelembagaan di Kabupaten Wakatobi.

Konsultasi Rancangan Perda ke Publik

Penyusunan rancangan peraturan daerah ini telah dimulai sejak tahun 2013, melalui konsultasi publik yang dilaksanakan di seluruh kecamatan Kabupaten Wakatobi dengan melibatkan masyarakat. Kegiatan ini merupakan skema konsultasi rancangan peraturan daerah pertama dengan melibatkan masyarakat di Kabupaten Wakatobi. Kegiatan konsultasi publik tingkat kabupaten selanjutnya dilaksanakan di Wanci, Kabupaten Wakatobi, 12 Juni 2014 untuk menghasilkan beberapa masukan penting dari perwakilan seluruh kecamatan dan organisasi di kabupaten ini. Salah satu poin penting yang menjadi perhatian peserta diskusi adalah tentang nelayan andon (nelayan pendatang beraktivitas perikanan bukan di daerah asal mereka-red) yang melaksanakan aktivitas perikanan di wilayah perairan Kab. Wakatobi. Keberadaan nelayan andon cukup meresahkan masyarakat karena adanya ketimpangan hasil pendapatan dan mengakibatkan kerugian berupa hilangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena nelayan andon yang beroperasi tidak mendaratkan ikannya di wilayah Kab. Wakatobi.

Setelah rancangan peraturan daerah mendapatkan input dari stakeholder di Wakatobi dan diperbaiki, langkah selanjutnya dokumen ini akan diserahkan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Wakatobi untuk diproses sesuai dengan skema pembuatan peraturan daerah yang ada.

Kumpulan Penelitian Perikanan Tangkap
Status Stok Sumber Daya Ikan
KEPMEN 50/2017
O M U
Overfishing Moderate Underfishing
WPP-571
Cumi-cumi M
Ikan Demersal U
Ikan Karang U
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil M
Kepiting O
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid O
WPP-572
Cumi-cumi U
Ikan Demersal M
Ikan Karang U
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil M
Kepiting U
Lobster M
Rajungan U
Udang Penaeid O
WPP-573
Cumi-cumi O
Ikan Demersal U
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar O
Ikan Pelagis Kecil O
Kepiting U
Lobster M
Rajungan M
Udang Penaeid O
WPP-711
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil O
Kepiting O
Lobster M
Rajungan O
Udang Penaeid M
WPP-712
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil U
Kepiting M
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid O
WPP-713
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar O
Ikan Pelagis Kecil O
Kepiting M
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid M
WPP-714
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang M
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil U
Kepiting O
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid U
WPP-715
Cumi-cumi O
Ikan Demersal U
Ikan Karang U
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil U
Kepiting O
Lobster O
Rajungan M
Udang Penaeid M
WPP-716
Cumi-cumi O
Ikan Demersal U
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil U
Kepiting O
Lobster M
Rajungan M
Udang Penaeid M
WPP-717
Cumi-cumi O
Ikan Demersal U
Ikan Karang M
Ikan Pelagis Besar O
Ikan Pelagis Kecil M
Kepiting M
Lobster O
Rajungan O
Udang Penaeid U
WPP-718
Cumi-cumi O
Ikan Demersal M
Ikan Karang O
Ikan Pelagis Besar M
Ikan Pelagis Kecil M
Kepiting M
Lobster M
Rajungan M
Udang Penaeid M
Ukuran Matang Gonad Beberapa Jenis Ikan
Ikan Panjang_lm
Tuna Sirip Kuning 137,50 (FL)
Tuna Sirip Biru 140 cm
Tuna Mata Besar Jantan : 140,5-151,9  
Betina : 133,5-137,9(FL)
Tuna Albakor 107.5 cm
Tongkol Krai 29-30 cm
Tongkol Komo 40-65 cm
Tongkol 35 cm
Teripang 16 cm,184 gr
Teri Jengki 6 cm
Tenggiri 40-45 cm
Tembang 11,95 FL
Slanget Jantan : 13,9-14,6
Betina : 13,1-13,8 (TL)
Selar Kuning J: 13,9-14,2
B: 13,5-13,8 (TL)
Selar Bentong 20,80 FL
Rajungan 7-9 cm (CL)
Peperek 13.0 SL
Pari Manta 380-460 cm
Pari M:59.9-69.1 /F:59.9-69.1 cm
Mata Tujuh M:3.51-4.0/ F:4.01-4.5 cm
Mahi-mahi 65 cm
Lencam 45.3 cm
Lemuru 15.0 cm
Betina: 9,9 (TL)
Layaran 156-250 cm
Layang Deles Jantan : 19,6-20,1
Betina : 19,8-20,3
Layang 16,21 FL
Kuwe 42.0 SL
Kurisi F:15-18 cm
Kurau F:28.5-29 cm/ M:22.5-24.3 cm
Kuniran F:13.6-14.3/ M:14.4-15.1 cm
Kerapu 39 cm
Kerang Dara M : 2.720-2.950 cm/ F:2.230-3.050 cm
Kepiting Bakau 9-10 up CL/301-400 gr
Kembung 16,89 FL
Kambing kambing 14.0 TL
Kakap Putih 29-60 cm
Kakap Merah 42.9 FL
Gerotgerot 40.0 cm
Cakalang 40-41.9 cm
Butana 18.0 FL
Belanak 24-26 cm
Bawal Putih 18 cm
Bawal Hitam 22-24 cm
Baronang 24 cm
Barakuda F:66.0 FL/ M:60.0 FL
Banyar 18,03 FL
Supported by
WWF